PERCIKAN PERMENUNGAN TENTANG EKSISTENSIALISME DAN SASTRA *




By ; Wak Jansens

Menurut istilahnya, filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia. “Philo” artinya cinta, sedangkan “Sophia” mengandung arti hikmah. Jadi philosophia memiliki pengertian  cinta pada kebenaran atau hikmah. Filsafat biasa dianggap sesuatu yang abstrak dari seluruh pengetahuan manusia dan dan terpisah jauh dari lingkungan kehidupan. Hal ini disebabkan bayangan orang mengenai filsafat berupa pertanyaan – pertanyaan yang mencakup inti persoalan kehidupan, sementara dipihak lain manusia hanya sanggup meluangkan waktu dan tenaga untuk menjalani kehidupan itu sendiri.

KITA BUKAN SEPERTI MEREKA

Kepada Bpk. Muhammad Hastomo dan PC

Perkataan “Modern” adalah kapanjangan dari “Mode Requested By Nation” atau sarana yang digunakan to build nation yang  bersinonim dengan kata bangsa. Dan perkataan inilah yang menjebak bangsa ini selama bertahun-tahun lamanya. Oleh karena itulah, kita harus berhati-hati dalam menggunakannya.

HILANGNYA JATI DIRI BANGSA

Esay ; Junet Dolot*

“Fenomena dilupakannya jati diri bangsa semakin jelas dapat kita rasakan di dalam kehidupan bsehari-hari. Banyak orang indonesia yang lahir, hidup tumbuh serta bertempat tinggal di indonesia merasa aneh dan tidak rasional pada saat diajak membicarakan Indonesia beserta produk-produknya, sebaliknya mereka sangat fasih bila diajak berbicara konsebsi-konsebsi, program-program yang berkembang di negara-negara lain di dunia”.

PEMERINTAHAN BONEKA

(Reflesi Kritis Kepemimpinan Amin-Ida)
Oleh :Junet Haryo Setiawan Dolot*

"..., Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu….” (Protocols Of Zionism)

Kalimat diatas merupakan penggalan dari protocols II Zionism yang telah menjadi sumber inspirasi bagi kaum Yahudi di dalam upaya untuk menciptakan tatanan dunia baru yang dibangun diatas kepentingannya, yakni menciptakan suatu tatanan masyarakat pemuja materi atau yang kemudian disebut dengan materialism.

MENAKAR KEPEMIMPINAN AMIN-IDA


(Catatan Kritis Kehancuran Moral & Etika Pemimpin)

Oleh :Junet Haryo Setiawan*

Setelah tahun lalu APBD defisit, tindakan PEMDA Kabupaten Ponorogo tahun ini dalam menaikkan Anggaran senilai 70 milliyard di luar sidang Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo semakin menguatkan keyakinan bahwa perilaku politikus negeri yang sangat absurd dan irrasional, sehingga sulit bagi kita untuk memulangkannya pada ‘kandang tertentu’. Seolah – olah mereka memiliki moral tersendiri. Memiliki ‘geneologi der moral’ khusus yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Hal ini tentu saja seharusnya membuat kita salut padanya. Tapi persoalnnya adalah : Politikus – politikus negeri ini tak pernah berhasil meyakinkan kita semua karena perilaku tersebut telah gagal mengekspose dirinya untuk dapat disebut manusia” .(Data ; Media Mataraman Edisi 18 Januari 2012)